Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Lima Puluh Kota

Main Article Content

Maya Anggola Sari

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir 
kritis siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lima Puluh Kota 
yang ditunjukkan melalui kecenderungan pasif dalam pembelajaran, 
dominasi hafalan, serta kurangnya keberanian mengemukakan 
pendapat. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini 
menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang menekankan 
penyelesaian masalah kontekstual guna mendorong siswa berpikir 
mendalam dan analitis. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan 
keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan PBL dalam 
pembelajaran kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian 
Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan 
dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, 
tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi 
lembar observasi, tes keterampilan berpikir kritis, dan catatan lapangan. 
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan 
keterampilan berpikir kritis siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata 
keterampilan berpikir kritis siswa hanya 62 dengan kategori cukup, 
sementara pada siklus II meningkat menjadi 81 dengan kategori baik. 
Selain itu, partisipasi siswa dalam diskusi meningkat dari 50% pada siklus 
I menjadi lebih dari 75% pada siklus II. Dengan demikian, dapat 
disimpulkan bahwa penerapan PBL efektif dalam meningkatkan 
keterampilan berpikir kritis siswa kelas V MIN Lima Puluh Kota, sekaligus 
mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang lebih aktif dan 
kolaboratif.

Article Details

Section
Articles