Absolut Dalam Ayat-Ayat Al-Qur'an: Kajian Terhadap Kaidah Mutlak dan Muqayyad Pada Surah Al-Ahzab Ayat 41 Dan Implikasinya Terhadap Budaya Pembacaan Tahlil Saat Upacara Kematian di Jawa
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas konsep mutlak dan muqayyad dalam al-Qur'an, dengan fokus pada Surah al-Ahzab ayat 41, serta implikasinya terhadap budaya pembacaan tahlil saat upacara kematian di Jawa. Ayat ini secara eksplisit memerintahkan umat Muslim untuk selalu zikir atau mengingat Allah. Penelitian ini menganalisis bagaimana interpretasi kaidah mutlak dan muqayyad mempengaruhi praktik upacara kematian, sebuah tradisi zikir dan doa bersama untuk arwah yang telah meninggal di Jawa. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa interpretasi mutlak pada ayat tersebut sering kali diabaikan, sehingga praktik tahlil yang ada di Jawa ditolak oleh sebagian masyarakat. Namun, beberapa ulama menekankan pentingnya pemahaman kontekstual yang lebih mendalam untuk menghindari kesalahpahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemutlakan perintah zikir pada surah al-ahzab ayat 41 memberikan keleluasaan pada masyarat untuk melaksanakan zikir dimanapun, kapanpun, dan dengan cara bagaimanapun, termasuk tahlilan yang diadakan saat ritual kematian berupa sehari sampai tujuh hari, empat puluh, serratus, seribu dan seterusnya. Dengan catatan penentuan hari tersebut tidak diyakini sebagai syariat dan masih menganggap sah tahlilan diselain tanggal itu, karena hal itu justru membatasi keabsolutan makna zikir. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada diskusi mengenai hubungan antara teks suci dan praktik budayaupacara kematian dalam konteks Islam di Jawa.