Penerapan Google Form Berbasis Evaluasi Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital PAI terhadap Siswa Kelas VIII SMPN 1 Ulakan Tapakis
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada literasi digital peserta didik. Observasi awal pada siswa kelas VIII menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital masih rendah, ditandai dengan keterbatasan dalam mengakses informasi keagamaan yang kredibel, rendahnya kemampuan menggunakan aplikasi berbasis web, serta minimnya pengalaman siswa dalam mengerjakan evaluasi digital. Hanya 27% siswa yang mampu mengoperasikan aplikasi evaluasi sederhana, sedangkan sebagian besar masih bergantung pada metode konvensional. Kondisi ini menunjukkan perlunya penggunaan media evaluasi digital yang efektif, mudah diakses, dan mampu melatih keterampilan digital siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Google Form berbasis evaluasi interaktif dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa pada pembelajaran PAI. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII, dan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui tes literasi digital, angket respons siswa, observasi aktivitas, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif (rata-rata nilai, ketuntasan belajar, dan N-Gain) serta kualitatif melalui analisis aktivitas dan respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan literasi digital siswa. Nilai rata-rata pra-tindakan sebesar 55 dengan ketuntasan 20%. Setelah penerapan Google Form interaktif pada siklus I, rata-rata meningkat menjadi 72 dengan ketuntasan 63%. Setelah perbaikan pada siklus II melalui penyederhanaan tampilan dan penambahan video tutorial, nilai rata-rata meningkat menjadi 86 dengan ketuntasan 90%. Perhitungan N-Gain sebesar 0,69 menunjukkan peningkatan literasi digital pada kategori sedang–tinggi. Secara kualitatif, siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi, meningkatnya kemandirian dalam menggunakan perangkat digital, serta kemampuan lebih baik dalam mengakses dan mengevaluasi informasi keagamaan daring. Mayoritas siswa menilai Google Form interaktif menarik, mudah digunakan, dan membantu memahami materi evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Google Form berbasis evaluasi interaktif merupakan media evaluasi digital yang efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa, terutama dalam pembelajaran PAI. Media ini tidak hanya mempermudah proses evaluasi, tetapi juga menumbuhkan keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Penggunaan Google Form direkomendasikan sebagai bagian dari strategi pembelajaran digital di sekolah.